Cari posisi yang nyaman dan rileks, biarkan tubuh sedikit melunak tanpa menegang. Fokus pada sensasi masuk dan keluarnya napas tanpa menghakimi.

Tarik napas secara perlahan selama empat hitungan, lalu keluarkan napas lebih panjang selama enam hitungan jika nyaman. Ritme yang lembut sering terasa menenangkan.

Saat bernapas, arahkan perhatian pada perasaan dada dan perut yang naik turun secara alami. Jika pikiran melayang, bawa kembali dengan lembut ke napas.

Tambahkan elemen visualisasi sederhana: bayangkan udara yang masuk membawa ketenangan dan udara yang keluar melepaskan ketegangan. Visualisasi singkat bisa memperkuat efek rileks.

Akhiri dengan beberapa napas normal dan bukakan mata perlahan. Luangkan satu kalimat niat kecil seperti “Saya siap melakukan tugas berikutnya” untuk memudahkan transisi kembali ke aktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *